Foto: Satlantas Polresta Bukittinggi menjelang Operasi ke Lapangan. 

Bukittinggi, Rajoapinews - Isu pungli yang menyeret nama Satlantas Polresta Bukittinggi dibantah tegas. Polisi memastikan tidak ada pungutan liar terhadap pengendara. Operasi di lapangan murni untuk menertibkan lalu lintas, menekan balap liar, dan menindak knalpot brong yang meresahkan warga.

KBO Satlantas Polresta Bukittinggi Iptu Yudi menegaskan, patroli dilakukan tiap hari di titik rawan pelanggaran.

"Berita yang menyebut anggota Satlantas melakukan pungli itu tidak benar. Setiap hari kami turun untuk antisipasi balap liar dan knalpot brong yang sangat mengganggu masyarakat,” ujar Yudi di Mapolresta Bukittinggi, Selasa (02/06/2026).

Patroli rutin digelar pukul 21.00–23.00 WIB. Khusus malam Minggu diperpanjang hingga pukul 05.00 WIB, seiring meningkatnya aktivitas warga dan potensi pelanggaran.

Yudi juga mengingatkan, menertibkan generasi muda bukan hanya tugas polisi. 

“Himbauan ini tugas bersama. Orang tua, guru, lingkungan, dan masyarakat harus ikut mengingatkan anak agar tidak balap liar atau pakai knalpot brong,” katanya.

Satlantas memastikan pendekatan yang dikedepankan tetap preventif dan edukatif demi mewujudkan Kamseltibcarlantas di Kota Bukittinggi.

Dukung 100 Tahun Jam Gadang & IMLF 2026  

Kaso Ops Lalu Lintas Dishub Bukittinggi Hendra Y menambahkan, saat ini sejumlah instansi tergabung dalam “Tim IV” untuk mengamankan rangkaian 100 Tahun Jam Gadang dan International Minangkabau Literacy Festival 3–7 Juni 2026.

Tim dipimpin Satpol PP sebagai leading sector, dengan dukungan Dishub, TNI, Polri, dan unsur terkait. Sejak pertengahan Mei, tim gabungan sudah aktif melakukan penertiban dan penguatan pengamanan.

“Dinas Perhubungan bantu atur lalu lintas, awasi parkir, dan dukung pengamanan bersama. Tugas rutin di titik rawan macet tetap jalan seperti biasa,” jelas Hendra.

Hingga berita ini diturunkan, Satpol PP Bukittinggi belum bisa memberi keterangan lebih lanjut karena masih fokus pada persiapan dua agenda besar kota.(Elly)