Agam, Rajoapinews— Masyarakat Kecamatan Palupuh dalam beberapa hari terakhir diresahkan oleh kemunculan sebuah akun media sosial yang diduga bodong dan menyebarkan informasi berbau hoaks serta fitnah. Akun tersebut menggunakan nama Harimau Psl Pron dengan foto profil seorang laki-laki yang hanya menampilkan bagian kepala atas dan satu sisi mata.

Isi unggahan akun tersebut dinilai sangat meresahkan. Dalam beberapa postingannya, akun itu menuduh seorang laki-laki telah menodai sejumlah janda dan istri orang, bahkan mengklaim memiliki video terkait perbuatan tersebut. Informasi yang tidak jelas kebenarannya itu langsung memicu keresahan di tengah masyarakat.

Kondisi ini semakin sensitif karena masyarakat Palupuh masih diliputi trauma atas kasus dugaan asusila yang sempat mencuat beberapa waktu lalu di Nagari Koto Rantang, yang terjadi di bulan suci Ramadan. Warga khawatir jika isu serupa kembali mencuat, apalagi disertai klaim adanya video, akan berdampak besar terhadap ketentraman dan nama baik pihak-pihak tertentu.

Sejumlah warga yang mencoba menelusuri keberadaan akun tersebut tidak menemukan identitas jelas pemiliknya. Dari riwayat aktivitasnya, akun itu diketahui sudah aktif sejak tahun 2024 dan berulang kali memposting pola cerita yang sama, yakni tuduhan perselingkuhan, pelecehan, hingga klaim adanya video asusila.

Dt. Sati yang dikenal dengan nama Tiger Pasla membantah keras keterkaitannya dengan akun tersebut. Ia menegaskan, “Akun ini akun palsu, akun ini bukan punya saya. Dan ambo tidak ada buat video, tidak ada bawa bini orang atau janda.” Ia juga menambahkan, “Kami akan terus berusaha mencari siapa pemilik akun ini.” katanya kepada awak media via WhatsApp pada Selasa (18/03/2026) sore.

Sementara itu, Yandri Baladewa yang dihubungi awak media melalui sambungan telepon juga mengaku tidak mengetahui siapa pemilik akun tersebut. Ia mengatakan, “Saya tidak mengenal pemilik akun ini dan tidak mengerti apa maksud dari postingan-postingan yang mulai meresahkan masyarakat ini.”

Anggota DPRD Kabupaten Agam, Syafril Dt Rajo Api, turut angkat bicara terkait persoalan ini. Ia mengaku telah melihat akun tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. “Kami mengharapkan masyarakat jangan cepat percaya dengan postingan di akun tertentu. Cek dulu kebenarannya, jangan-jangan itu fitnah, bohong atau hoaks,” ujarnya.

Ia juga berharap agar pihak terkait dapat segera mengungkap siapa pemilik akun tersebut. “Berharap pemilik akun ini segera ditemukan agar bisa menjelaskan apa maksud dari postingannya, supaya masyarakat tidak menduga-duga. Jangan sampai ada orang-orang yang terzalimi dan dirugikan akibat postingan tersebut,” tutupnya.

(RA)