Bukittinggi, Rajoapinews – Pemerintah Kota Bukittinggi akan menggelar peringatan 100 tahun Jam Gadang secara besar-besaran pada 3 hingga 21 Juni 2026. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota budaya dan sejarah bertaraf internasional.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat jumpa pers bersama insan media di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa jam 14:00 (26/5/2026).
“Peringatan satu abad Jam Gadang bukan hanya selebrasi, tetapi momentum untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan identitas Bukittinggi ke dunia,” ujar Ramlan.
Warisan Sejarah Sejak 1926
Jam Gadang dibangun pada 1926 pada masa pemerintahan kolonial Belanda sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada Rookmaker, sekretaris Residen Fort de Kock. Menara jam ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang dibangun pada era tersebut.
Dirancang oleh arsitek Belanda dengan mesin jam buatan Vortmann Recklinghausen, Jerman, Jam Gadang menjadi penanda waktu, pusat ekonomi, sekaligus simbol modernitas kota pada masanya. Kini, bangunan ikonik itu berdiri kokoh sebagai simbol sejarah, perjuangan, dan identitas budaya bangsa.
Dukungan Nasional dan Internasional
Pemko Bukittinggi menargetkan peringatan ini menjadi ajang promosi sejarah dan budaya ke tingkat internasional. Dukungan telah dinyatakan oleh sejumlah kementerian, BUMN, sponsor nasional, serta komunitas budaya dunia.
Pemerintah daerah tidak menggalang dana dalam bentuk uang tunai. Dukungan yang diharapkan berupa kolaborasi langsung untuk menyukseskan agenda yang telah disiapkan.
Sejumlah negara telah menyatakan kesiapan hadir, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Palestina, Belanda, Bosnia, Vietnam, Iran, dan Romania. Beberapa duta besar juga telah mengonfirmasi kehadiran. Total peserta festival literasi internasional ditargetkan mencapai 38 negara.
Rangkaian Kegiatan dan Penataan Kota
Rangkaian kegiatan meliputi seminar internasional dan nasional, festival literasi, lomba fotografi, lomba baca puisi internasional, parade busana Minang, serta pertunjukan budaya dan hiburan rakyat.
Puncak acara akan berlangsung pada 21 Juni 2026 dengan agenda pertunjukan budaya dan sarapan gratis bagi masyarakat menggunakan kuliner khas Bukittinggi.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemko Bukittinggi juga melakukan penataan kawasan pusat kota. Penataan meliputi relokasi pedagang kaki lima, pengecatan pasar, pemasangan batu hias, serta mempercantik kawasan Jam Gadang agar lebih nyaman bagi wisatawan.
“Jam Gadang bukan sekadar ikon wisata. Ini adalah simbol perjalanan sejarah dan kebanggaan masyarakat Bukittinggi. Momentum 100 tahun ini harus menjadi pengingat bahwa kita memiliki warisan budaya yang wajib dijaga bersama,” tegas Ramlan.
Peringatan 100 tahun Jam Gadang diharapkan menjadi momentum bersejarah yang tidak hanya memperkuat identitas budaya Bukittinggi, tetapi juga memperluas jaringan kerja sama internasional di bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Bukittinggi mengajak seluruh masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk bersama menyukseskan rangkaian acara ini sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan bangsa.(Elly)



Tidak ada komentar
Posting Komentar