Bukittinggi, Rajoapinews - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas P3APPKB menggelar talkshow bertema _“Perempuan Pembelajar Sepanjang Hayat, Menuju Keberdayaan dan Kemuliaan”_ di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (12/5/2026).

Dalam acara tersebut, Pemko Bukittinggi memberikan penghargaan kepada tiga perempuan inspiratif yang dinilai berkontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat.

Penerima penghargaan pertama adalah Ny. Yesi Endriani Ramlan, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, atas perannya sebagai inisiator Sekolah Keluarga dan Perempuan Politik. Penghargaan kedua diberikan kepada Bundo Nelyati , penggiat pelestarian budaya perempuan Minangkabau.

Penghargaan ketiga diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK kepada Zuryani, S.Pd. , sebagai perempuan inspiratif penggerak lingkungan melalui Bank Sampah Seroja. Sejak 2018, Zuryani konsisten menggerakkan warga sekitar untuk mengelola sampah. Hasilnya, Bank Sampah Seroja mampu meningkatkan nilai ekonomi sampah hingga bisa membeli peralatan untuk mushola terdekat dan membantu kebutuhan anggota.

Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, sehingga perlu terus didorong untuk berkembang, belajar, dan berdaya. Kegiatan ini diikuti unsur organisasi wanita dan TP PKK, serta menghadirkan narasumber inspiratif.

Ny. Yesi Endriani Ramlan menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat perjuangan perempuan Indonesia agar terus maju, belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi lingkungan.

“Kekuatan perempuan terletak pada kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang tumbuh dari lingkungan terkecil. Saya berharap perempuan Bukittinggi terus menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, kreatif, dan berdaya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Staf Ahli, Emil Achir , menegaskan bahwa Hari Kartini harus menjadi refleksi atas perjuangan perempuan dalam memperoleh pendidikan, kesempatan, dan ruang berkarya. 

“Belajar tidak dibatasi usia, profesi, maupun status sosial. Belajar harus bisa dilakukan siapa saja, selama hayat dikandung badan,” katanya.

Wali Kota menambahkan, perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga, penggerak ekonomi, penjaga nilai budaya, sekaligus mitra pembangunan daerah.