![]() |
| Reses anggota DPRD Provinsi, Zuldafri Darma turut didampingi, anggota DPRD Tanah Datar, komite sekolah dan Wali nagari Aia Angek (*N) |
Tanah Datar, Rajoapinews— Anggota DPRD Sumatera Barat H Zuldafri Darma, SH menghadiri kegiatan semarak HUT ke-81 RI sekaligus reses di SMA Negeri 1 X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMA Negeri 1 X Koto, Drs. Ardelis, Anggota DPRD Tanah Datar, Dedi Irawan, wali nagari, komite sekolah, guru, siswa, dan alumni.
Dalam kesempatan itu, Ardelis menyampaikan sejumlah kebutuhan sekolah, mulai dari penyelesaian lapangan basket dan lapangan serbaguna hingga pembangunan mushala yang masih terbengkalai. Sekolah juga membutuhkan peralatan drumband baru karena peralatan yang digunakan saat ini telah dipakai sejak 2003.
![]() |
| Anggota DPRD Sumbar Zuldafri Darma, SH berikan pidato di depan siswa kelas XII, dan majelis guru (**) |
Meski memiliki keterbatasan sarana, SMA Negeri 1 X Koto mencatat sejumlah prestasi. Pada 2025, dua siswa berhasil meraih juara OSN untuk mewakili sekolah ke tingkat provinsi. Sekolah juga meraih juara II jurnalistik tingkat Sumatera Barat, 10 besar tingkat ASEAN bidang cipta puisi dan penulisan buku, serta juara II futsal Sumbar.
Zuldafri mengatakan reses menjadi momentum untuk menyerap aspirasi sekolah sekaligus melihat langsung kebutuhan pendidikan di daerah.
"Anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten tetap komit memperjuangkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia," kata Zuldafri.
Dia menyebut pemenuhan sarana dan prasarana sekolah akan didorong secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.
Menurut politisi Partai Golkar itu, pendidikan merupakan investasi penting untuk masa depan generasi muda.
"Investasi paling brilian itu adalah dunia pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, Dedi Irawan yang merupakan alumni SMA Negeri 1 X Koto menambahkan, penguatan pendidikan tidak hanya soal pembangunan fasilitas, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan kemampuan siswa agar dapat berkontribusi bagi bangsa.
"Bagaimana nantinya kita meng-create soft kill anak-anak menjadi orang yang memiliki kontribusi terhadap bangsa ini, tentu dengan memacu sumber daya, kompetensi dan kapabilitas mereka sendiri, " tutupnya.
(SN)


Tidak ada komentar
Posting Komentar