![]() |
| Bimtek peningkatan kapasitas pemangku adarlt Kurai Bukittinggi (*N) |
Bukittinggi, rajoapinews - Sebanyak 65 pemangku adat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Adat Kurai Bukittinggi yang digelar di Grand Rocky Hotel, Bukittinggi, pada 26-28 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran lembaga adat dalam mengimplementasikan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK).
Bimtek tersebut digelar atas aspirasi anggota DPRD Sumatera Barat, Nurna Eva Karmila, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri.
Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat adat, di antaranya pangka tuo nagari, alim ulama, urang syarak, pangulu pucuak, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga puti bungsu.
Nurna Eva Karmila mengatakan penguatan lembaga adat harus melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam falsafah Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan nilai ABSSBK di tengah masyarakat.
"Setiap kegiatan dan musyawarah memiliki tujuan. Harapan akhirnya adalah mewujudkan Bukittinggi menjadi negeri yang berkah," kata Nurna Eva, Sabtu (27/6).
Ia menjelaskan, selama tiga hari peserta mendapatkan materi yang membahas penerapan nilai adat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pelayanan publik.
"Bagaimana masjidnya, bagaimana senyum Satpol PP, senyum pedagang, bagaimana di rumah, semua itu dikonsep bersama dalam pelatihan ini. Setiap orang mengambil peran sesuai keberadaannya masing-masing," ujarnya.
Menurut Nurna Eva, berbagai persoalan yang berkaitan dengan norma adat membutuhkan penyelesaian secara komprehensif melalui musyawarah. Pembahasan tersebut menjadi salah satu fokus pada hari terakhir pelatihan.
Sementara itu, narasumber Marfendi Dt. Basa Balimo mengatakan bimtek ini menjadi wadah bagi pemangku adat untuk memperkuat peran Adat Kurai Limo Jorong dalam menyusun aturan adat yang tetap berlandaskan syarak dan Kitabullah.
"Kami juga mengevaluasi perjalanan adat selama ini dan membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan agar adat tetap relevan dengan perkembangan masyarakat," katanya.
Selain Marfendi, bimtek menghadirkan narasumber Buya Mas'oed Abidin, Buya Gusrizal Gazahar, dan Prof. Nunuk Burhanudin.
(SN)



Tidak ada komentar
Posting Komentar