LIMAPULUH KOTA, rajoapinews.com — Isu vidio call seks (VCS)  yang melibatkan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang semakin panas, setelah disebut hasil editan yang dibuat narapidana. Publik bertanya: Fakta atau Rekayasa.

Mengingat, pemimpin daerah seharusnya menjadi teladan moral dan integritas. Krisis integritas dan moralitas, isu asusila atau negatif dianggap sebagai tamparan keras bagi wajah pemerintahan daerah. Hal ini menunjukan lemahnya filter moral dalam proses rekrutmen politik.

Ketika pemimpin yang dipilih langsung terlibat dalam skandal, jelas sangat berdampak pada kepercayaan publik. Hal ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilihan umum dan institusi pemerintah secara keseluruhan.

Sementara itu, Abimanyu Wachjoewidajat, pakar telematika, meminta Polda Sumatera Barat untuk mengedepankan ketelitian dalam mengamalisis bukti digital, khususnya rekaman vidio, dalam penanganan kasus dugaan vidio call seks (VCS) yang menyeret nama Bupati Limapuluh Kota.

"Proses penegakan hukum tidak seharusnya hanya bertumpu pada pengakuan semata, pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap data digital, termasuk keaslian dan validitas rekaman vidio, guna memastikan fakta sebenarnya," kata Abimanyu di acara Advokad Sumbar Bicara Padang TV, Jumat 3/4.

Selain itu, aktivis masyarakat sipil, Aulia Rizal meminta aparat kepolisian untuk bertindak profesional dan mengusut tuntas kasus dugaan vidio call seks (VCS) yang melibatkan Bupati Limapuluh Kota.

"Jika dugaan tersebut terbukti benar, maka sikap yang lebih bijak dan bertanggung jawab adalah dengan mengundurkan diri dari jabatan," ujar Aulia, Jumat 3/4.

Sebelumnya, Jurnalis, sekaligus putra daerah Luak Limopuluh, Bayu Ramadhan. Ia juga mendesak Bupati Limapuluh Kota mundur dari jabatannya. Ia menyatakan, jika dugaan tersebut terbukti benar, maka langkah mundur dari jabatan dinilai sebagai sikap yang bertanggung jawab.

"Jika terbukti, sebaiknya mengakui kesalahan, meminta maaf kepada masyarakat, dan mundur secara terhormat," ujarnya.

Sementara itu, percakapan Group WhatsApp diduga pro Bupati Limapuluh Kota, yang berjudul, "Si Kulin Selalu Mencakau," bocor ke publik, terlihat sejumlah anggota group memberikan dukungan kepada Bupati Limapuluh Kota.

Setelah sejumlah anggota group memberikan dukungan semangat, muncullah balasan, diduga dari Bupati Limapuluh Kota, ia mengatakan. Si Kulin Selalu Mencamkau, Jantan, Jujur, Berani Bertarung Sampai Akhir.

"Duniaku seolah runtuh, badai menghantam tanpa ampun. Namun, aku tak gentar, aku hadapi wartawan, masyarakat, dan seluruh elite politik dengan dada membusung. Aku jantan berdarah Padang, aku tak akan lari. Hukum pemerintah silakan berjalan, tapi bagiku, hukum Tuhan adalah hakim tertinggi. Selama aku masih bernapas, cakar kinerjaku tak akan berhenti bekerja untuk Negeri. Aku jatuh, tapi aku tak tumbang, karena bagi kulin, jatuh adalah manusiawi, tapi berdiri kembali dengan jujur dan tetap membangun adalah kemenangan seorang kesatria sejati," ujarnya di group whatsapp tersebut. (BY)