Anggota DPRD kabupaten Agam Syafril SE Dt Rajo Api
Air Kijang, Palupuh, Rajoapinews-Sabtu (6/12/2026) — Kabut pagi dan bekas hujan semalam belum sepenuhnya pergi ketika Syafril SE Datuak Rajo Api, anggota DPRD Kabupaten Agam yang akrab disapa Nyiak Api, melangkah menyusuri jalan rusak dan tanah basah menuju kampung Harasam, jorong Air Kijang Nagari Nan Tujuah. Di hadapannya, hamparan longsor yang memutus jalan sejak 24 November masih terlihat mengancam, namun langkahnya tidak surut.
Di kampung yang terisolir hampir dua minggu itu, 13 kepala keluarga—sekitar 51 jiwa, menahan resah. Jalan utama yang biasa menjadi nadi kehidupan mereka, akses ke sekolah, masjid, pasar, dan puskesmas, kini hilang tersapu longsor. Lima rumah rusak, tiga di antaranya rusak sedang, sementara dua lainnya rusak ringan. Yang lebih berat, badan jalan amblas dan memutus jalur utama sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer.
“Longsor menimbun badan jalan. Tidak ada kendaraan yang bisa lewat. Kami kesulitan untuk sekolah, berobat, bahkan mendapatkan bantuan,” tutur Wali Nagari Nan Tujuah, Ramlan Dt Palindih, suaranya perlahan tetapi sarat kekhawatiran.
Melihat langsung wajah-wajah lelah yang menunggu kabar baik, Nyiak Api tak mampu menyembunyikan empatinya. Ia membawa bantuan sembako dan berdialog dengan warga, memastikan suara mereka tidak berhenti hanya di kampung yang terkurung bencana.
“Saya datang untuk melihat sendiri kondisi saudara-saudara kita. Saya harap bantuan ini bisa sedikit menenangkan hati. Tapi yang paling penting, pemerintah daerah harus cepat turun tangan. Akses jalan ini harus dibuka kembali, material longsor dibersihkan, dan jalan yang amblas segera diperbaiki. Jangan biarkan warga menunggu lebih lama,” tegasnya dengan suara yang bergetar menahan haru.
Dalam kunjungan itu, tak ada seremoni atau formalitas. Yang ada hanya seorang wakil rakyat yang menepikan protokol, berjalan setapak demi setapak di tanah licin, untuk memastikan warganya tidak merasa sendiri.
Bagi masyarakat Harasam dan Air Kijang, kehadiran Nyiak Api pagi ini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kekuatan baru: bahwa masih ada yang datang, melihat, dan peduli, meski akses tertutup dan jarak terasa jauh.
Di tengah bencana, perhatian itu menjadi harapan. Dan harapan itulah yang hari ini dibawa oleh Nyiak Api.
(Lindafang)


Tidak ada komentar
Posting Komentar