AGAM, Rajoapinews, Rabu sore, 3 Desember 2025, pukul 15.00 WIB. Jalan terjal menuju Nagari Pagadih masih menyisakan material longsor seperti lumpur tebal, batu, pasir, kayu dan sisa longsor yang belum sepenuhnya dibersihkan. Di tengah kondisi itu, Syafril, SE Datuak Rajo Api, anggota DPRD Kabupaten Agam, datang langsung meninjau keadaan warga yang terdampak bencana di Kecamatan Palupuh.
Kondisi yang ia temukan jauh dari kata aman. Empat jorong masih Terisolasi di Nagari Pagadih, yaitu Jorong Pagadih Mudiak, Pagadih Hilia, Tigo Kampung dan Banio Baririk. Terputus oleh tujuh titik longsor besar yang hingga kini belum tersentuh alat berat. Warga tetap bertahan di rumah masing-masing, sebagian mengungsi mengandalkan apa yang masih tersisa.
Sudah sepekan listrik padam, dan jaringan internet tidak berfungsi sama sekali. Banyak keluarga tidak dapat menghubungi sanak saudara untuk memberi kabar.
“Sejak listrik padam, kami gelap gulita setiap malam,” ungkap Wali Nagari Pagadih Aliwar, kepada Syafril.
Meski demikian, sebagian akses jalan mulai menunjukkan perkembangan, satu alat berat ada dilokasi menangani timbunan longsor. Jalur dari Simpang Angge Nagari Pasia Laweh hingga Jorong Bateh Gadang sudah dapat dilalui kendaraan. Namun setelah itu, jalur menuju perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota masih terputus total, tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Melihat kondisi tersebut, Syafril SE Datuak Rajo Api menegaskan perlunya percepatan penanganan, terutama pengerahan alat berat ke tujuh titik longsor besar agar masyarakat tidak terus terisolir.
Akibat bencana yang menimpa Nagari Pagadih ini ada 30 titik longsor dan jalan amblas kondisi kecil, sedang dan berat. Keterangan Sekretaris Nagari Pagadih:' 13 rumah warga rusak berat dan sedang. Satu warga dinyatakan hilang, irigasi lumpuh. Kondisi perlu perhatian yang serius dari semua pihak.
Bantuan makanan sudah mulai masuk. Saat ini yang dibutuhkan mendesak oleh warga adalah lilin, BBM Miyak Tanah, Minyak Ojek, Senter, Pakaian, Pembalut, Pampers, obat - obatan, susu bayi dan anak - anak serta makanan.
Kunjungan itu menjadi alarm penting bahwa situasi di Pagadih masih jauh dari pulih, dan masyarakat membutuhkan perhatian intensif di tengah ancaman cuaca ekstrem yang belum mereda. Beberapa hari terakhir hujan juga mulai turun meskipun sebelumnya beberapa hari panas.
Pewarta: Lindafang


Tidak ada komentar
Posting Komentar