Serang, Rajoapinews — Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di halaman Masjid Al Bantani, Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026), berlangsung tanpa kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, karena harus menjalani agenda kenegaraan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Dalam sambutannya, Muhaimin menyampaikan bahwa Presiden sejatinya memiliki keinginan besar untuk hadir langsung bersama insan pers nasional. Namun, pada waktu yang bersamaan, terdapat agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.

“Kehadiran saya di forum yang terhormat ini merupakan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Beliau menitipkan salam hormat kepada seluruh tamu undangan. Pada prinsipnya, Presiden sangat berkeinginan untuk hadir secara langsung. Namun, karena adanya agenda kenegaraan yang berlangsung bersamaan, beliau belum dapat membersamai kita semua,” ujar Muhaimin.

Berdasarkan agenda yang dibagikan kepada wartawan Istana pada pagi hari, Presiden Prabowo dijadwalkan menerima tamu terkait evaluasi TNI dan Polri.
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menyatakan ketidakhadiran Presiden dapat dipahami karena adanya agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, ia mengakui bahwa kehadiran Presiden secara langsung tetap menjadi harapan besar insan pers nasional.

“Alhamdulillah, puncak peringatan HPN berlangsung lancar dan sukses. Meski kehadiran Presiden secara langsung sangat kami harapkan, khususnya agar insan pers nasional dapat menyimak secara langsung pokok-pokok pikiran Presiden dalam memperkuat ekosistem pers guna mengawal demokrasi yang semakin berkualitas dan berkontribusi bagi pembangunan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, pemberitahuan mengenai diwakilkannya Presiden oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat telah disampaikan pada Minggu malam, 8 Februari 2026, sekitar pukul 21.30. Karena itu, ia menegaskan tidak benar jika beredar anggapan bahwa PWI tidak mampu meyakinkan Presiden untuk hadir pada puncak peringatan HPN 2026.
Ketidakhadiran Presiden Prabowo pada HPN 2026 ini menambah catatan absensinya dalam agenda HPN. Sebelumnya, pada HPN 2024 yang digelar di tengah dualisme kepengurusan PWI Pusat di Banjarmasin dan Pekanbaru, Presiden juga tidak hadir.

Meski tanpa kehadiran Presiden, puncak HPN 2026 tetap berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi bagi insan pers dalam memperkuat peran media di tengah dinamika demokrasi dan tantangan zaman.

(Fang)