Anggota DPRD kabupaten Agam Syafril SE Dt Rajo Api 

AGAM-Rajoapinews-Hujan bertubi-tubi sejak sepekan terakhir mengubah wajah Tilatang Kamang Lamo menjadi wilayah yang terus berjibaku dengan bencana. Langit gelap tak pernah benar-benar cerah sejak 22 November 2025. Air bah mengalir dari perbukitan, membawa lumpur, kayu, dan batu ke pemukiman warga. Di beberapa titik, suara runtuhan tebing menjadi alarm yang memutus tidur masyarakat di tiga kecamatan: Tilatang Kamang, Kamang Magek, dan Palupuh.

Di nagari-nagari yang biasanya tenang, warga kini hidup dalam kecemasan. Jalan amblas, rumah tertimbun material, dan listrik yang kerap padam membuat malam terasa lebih panjang dari biasanya. Di Palupuh, longsor besar menghantam pemukiman dan memaksa puluhan warga mengungsi tanpa sempat membawa apa pun. Lurah Dalam dan Pagadih menjadi dua wilayah paling terisolasi, sulit ditembus karena akses terputus total.

Di tengah situasi yang kian mencekam itu, Syafril, SE Dt. Rajo Api, Anggota DPRD Agam dari Dapil III, menjadi salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan keprihatinan. 

Menurut Syafril, kemampuan warga setempat sudah berada di batas maksimal. Evakuasi dilakukan dengan alat sederhana, sementara kebutuhan mendesak terus bertambah. Ia menilai bantuan harus datang dari banyak pihak. “Saya mohon masyarakat dan perantau segera turun tangan. Kita butuh logistik, selimut, makanan, alat berat, dan tenaga untuk membuka akses jalan,” katanya. Ia menegaskan, tanpa dukungan luas, beberapa nagari bisa terisolasi lebih lama.

Setiap hari, jumlah titik longsor bertambah. Tanah yang labil membuat warga hidup dalam ketakutan. Suara gemuruh dari bukit bisa datang kapan saja. Di posko sementara, para ibu berupaya menenangkan anak-anak mereka yang masih trauma oleh dentuman dan aliran air berlumpur yang menghantam rumah. Relawan, aparat TNI-Polri, serta pemerintah kecamatan bekerja tanpa henti, bergantian menembus hujan demi memastikan tidak ada warga yang terjebak.

Melihat kondisi tersebut, Syafril menginisiasi penggalangan dana bersama tokoh-tokoh masyarakat dan perantau Tilatang Kamang Lamo. Nama-nama seperti Ridwan Syarif Pangulu Sutan, Syafril Dt Rajo Api, H. Nelson Septyadi, Adler Rustam Dt. Madjo Indo, Khairul Huda St. Sari Alam, Soni Raimon, H Nelson Septiadi dan beberapa lainnya ikut bergerak. Mereka menyiapkan posko bantuan di tiga kecamatan untuk memudahkan penyaluran kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

“Alhamdulillah, panitia sudah terbentuk dan bantuan mulai mengalir. Namun ini baru langkah awal,” kata Syafril pada awak media melalui via WhatsApp Jum'at (28/11/2025).

Ia mengajak masyarakat dan perantau agar menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi masa sulit. Bagi Syafril, solidaritas adalah kekuatan terbesar Tilatang Kamang Lamo. “Selagi kita saling menopang, insyaAllah kita bisa melewati ujian berat ini,” tutupnya.(Lindafang)