Direktur Pencerah Muda Pikri Kurnia

Oleh: Pikri Kurnia 
Direktur Pencerah Muda
Padang, 24 November 2025

Padang, Rajoapinews.com - Polemik rangkap tugas Anggota DPD RI asal Sumatera Barat Cerint Iralloza Tasya memasuki fase yang memprihatinkan. Hingga saat ini Cerint masih memilih diam tanpa satu pun penjelasan publik. Bagi Pencerah Muda sikap bungkam ini bukan sekadar kelalaian tetapi bentuk pembangkangan moral terhadap rakyat yang memberikan mandat kepadanya.

Seorang pejabat publik tidak boleh bersembunyi di balik keheningan ketika kredibilitas dan integritasnya sedang dipertanyakan.

“Diam di tengah isu publik bukanlah sikap negarawan itu bentuk penghindaran. Publik tidak menuntut banyak hanya meminta kejujuran. Ketika seorang wakil rakyat memilih bungkam, ia pada dasarnya sedang melecehkan kepercayaan rakyat.

Dugaan rangkap tugas sebagai Koas Kedokteran dan Anggota DPD RI bukan persoalan sepele. Ini menyangkut komitmen, profesionalitas dan integritas moral.

“Tidak mungkin menjalankan dua tugas besar ini secara optimal. Satu menyangkut keselamatan pasien, satu lagi menyangkut masa depan daerah. Jika tidak mampu fokus maka publik berhak mempertanyakan keseriusan dan kompetensi yang bersangkutan.”


Tiga Desakan Tajam Pencerah Muda

Pencerah Muda menyampaikan tiga tuntutan tegas yang tidak dapat dinegosiasikan:

  1. Klarifikasi Publik Tanpa Penundaan Cerint diminta untuk berhenti bertahan dalam diam. Publik membutuhkan data terang status Koas, izin akademik serta kehadiran dan kinerjanya di DPD RI.
  2. Prioritas Harus Jelas Mengabdi atau Menyambil Pencerah Muda menilai bahwa menjadikan jabatan publik sebagai status sampingan adalah bentuk pelecehan terhadap amanah rakyat.“Jika fokus pada pendidikan profesi, silakan. Tapi jangan menjalankan jabatan publik hanya setengah waktu.”
  3. Audit Total oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Pencerah Muda mendesak MKD untuk melakukan audit menyeluruh terkait kehadiran, produktivitas serta potensi pelanggaran etik. “Lembaga terhormat seperti DPD RI tidak boleh menjadi tempat bagi mereka yang hadir nama tapi absen kerja.”

Pencerah Muda berkomitmen untuk terus menyuarakan isu ini tanpa kompromi.

“Kami tidak sedang menyerang pribadi, kami sedang memperjuangkan etika publik. Kalau seorang wakil daerah memilih diam di saat publik menunggu jawaban maka kehilangan kepercayaan adalah konsekuensi yang sangat wajar.”

Pencerah Muda Sumatera Barat memastikan akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan resmi dan langkah tegas dari lembaga terkait.