Lima Puluh Kota, Rajo Apinews — SDN 04 Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, disiapkan menjadi pilot project pembelajaran bahasa asing di tingkat sekolah dasar.
Program tersebut mencakup pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Jepang, sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kemampuan peserta didik sekaligus menghadirkan inovasi pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kepastian SDN 04 Sarilamak menjadi pilot project tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Antoni, S.Pd., M.Pd.T., setelah kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala UPTD SD dan SMP se-Kecamatan Harau di Aula UPTD SDN 04 Sarilamak, Jumat (25/9/2026).
“Betul, bahwa SDN 04 Sarilamak akan dijadikan pilot project dalam pembelajaran bahasa asing di Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Antoni kepada media.
Menurut Antoni, pengembangan pembelajaran bahasa asing merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan sebelumnya saat memberikan arahan pada kegiatan Sertijab, Antoni juga menyampaikan gagasan agar sekolah-sekolah dapat menjadi tempat pengembangan pembelajaran bahasa asing.
Hal tersebut sejalan dengan semangat peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Harau yang disebutnya sebagai salah satu wajah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bahasa Jepang Tiga Kali Seminggu
Kepala UPTD SDN 04 Sarilamak, Yulietra, S.Pd., mengatakan program pembelajaran bahasa asing yang akan dikembangkan di sekolah tersebut tidak hanya berfokus pada bahasa Inggris.
Selain bahasa Inggris, pihak sekolah juga akan memberikan pembelajaran bahasa Jepang.
“Selain pendidikan bahasa Inggris, juga akan diajarkan bahasa Jepang tiga kali pertemuan dalam seminggu,” kata Yulietra.
Dengan demikian, siswa SDN 04 Sarilamak nantinya akan mendapatkan pengalaman belajar bahasa asing yang lebih beragam.
Pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman awal bagi peserta didik dalam mengenal bahasa dan budaya dari negara lain sejak pendidikan dasar.
Menjadi Sekolah Percontohan
Penetapan SDN 04 Sarilamak sebagai pilot project membuat sekolah tersebut memiliki peran tambahan dalam pengembangan inovasi pembelajaran di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong sekolah agar tidak hanya menjalankan proses pembelajaran rutin, tetapi mampu mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan ke depan.
Apalagi, perkembangan dunia pendidikan menuntut peserta didik memiliki kemampuan yang semakin beragam, termasuk kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Bahasa Inggris selama ini menjadi salah satu bahasa internasional yang banyak digunakan dalam pendidikan, teknologi, komunikasi dan dunia kerja. Sementara pengenalan bahasa Jepang memberikan alternatif pengalaman belajar bahasa asing sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengenal bahasa dan budaya Jepang.
![]() |
| Sertijab kepala UPTD SD dan SMP se-Kecamatan Harau pada Jum'at (25/9/2026). |
Berawal dari Momentum Sertijab
Rencana pengembangan tersebut disampaikan dalam momentum Sertijab kepala UPTD SD dan SMP se-Kecamatan Harau.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota Antoni, Asisten III Bidang Administrasi Umum H. Win Hari Endi, S.E., M.M., Pengawas Pendidikan Kecamatan Harau Sofyan Efendi, S.Pd., Camat Harau Faizil Aziz, S.IP., M.Si., Kapolsek Harau AKP Yusmedi, S.H., M.H., perwakilan KUA Harau, Ketua Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota Yulius, S.Ag., M.Ag., serta kepala sekolah, guru dan undangan lainnya.
Dalam arahannya, Antoni juga menekankan perubahan peran kepala sekolah. Menurutnya, kepala sekolah saat ini tidak hanya berperan dalam urusan pembelajaran, tetapi juga harus mampu mengelola berbagai sumber daya sekolah.
Ia menyebut konsep 3M, yakni Man, Money, dan Metode.
Sementara Asisten III H. Win Hari Endi menambahkan unsur Maintenance, sehingga pengelolaan sekolah tidak hanya menyangkut manusia, anggaran dan metode, tetapi juga bagaimana berbagai fasilitas dan sumber daya yang ada dipelihara serta dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Bagi SDN 04 Sarilamak, momentum tersebut sekaligus membuka babak baru. Sekolah yang menjadi lokasi Sertijab kepala sekolah itu kini disiapkan membawa inovasi pembelajaran bahasa asing sebagai pilot project Kabupaten Lima Puluh Kota.
Jika program berjalan sesuai rencana, SDN 04 Sarilamak diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pembelajaran bahasa asing yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh sekolah lainnya di daerah tersebut. (F. Malin Parmato)


Tidak ada komentar
Posting Komentar